07 January 2018

Sukma dan malamnya

Malam kembali menghampiri, tanpa isyarat apapun, sudah 2 hari sukma tidak mengenal matahari, bulan, dan teman-temannya, hanya memantau, berinteraksi, dan bersakit melalui handphone rentan ini, saling tatap dengan 2 buah laptop yang mengejar hari-harinya, tetapi tetap saja begitu lama tuk menyelesaikan, seolah tidak mau lekang dari kerjaan, didalam pikirnya dia sangat butuh aktivitas atau tugas, untuk lari dari pelik dunia, atau kehidupan manusia dengan sejuta kepalsuannya.

Sukma merupakan wanita yang tidak rewel akan kehidupan, wanita mandiri dengan pembawaan sedikit tomboy, aku mencatat semua yang dia hadirkan didalam kehidupannya di ruang kamarnya, hampir tidak ada hal minor dari kacamataku menilai sosoknya dalam bekerja.

Pukul 00.12 WIB selalu menjadi waktu untuknya meracik robusta rebus seperti biasanya, ini merupakan candu untuknya selama seminggu terakhir, dia ingin lari dari tidur, menikmati malam hingga subuhnya tanpa tidur, dia selalu mengerjakan aktivitasnya yang tersisa disiang hari pada 1/3 malam, ada keheningan dan keharmonisan dengan dimensi kamar yang dia rasakan.

Malam ini aku melihat dia terlelap sesaat, terbangun dengan tangis, lalu dia meninggalkan kegelapan dan kedinginan kamar ini dan kembali dalam keadaan berwudhu, dan membentangkan sejadahnya, dia sholat dan menangis menghadap rabb nya, dia meluapkan keluh kesahnya, aku melihat hal itu sangat lama, beliau habiskan sujudnya dengan nikmat, dia mengadahkan tangannya dengan setingginya, perih rasanya saat dia meminta untuk panjangkan waktu malam ini, dia sangat benci ketika pagi kembali tiba, benci ketika harus kembali berinteraksi dengan manusia, seakan setiap interaksi yang dia lakukan jadi ladang dosa untuknya, saat itu dia ingin menikmati malam itu lebih lama lagi, lebih panjang lagi. Hal yang tidak biasa dia lakukan di setiap malam-malamnya, aku merasa dia baru saja terbangun dari sebuah mimpi indah yang penuh makna, jujur aku sendiri tidak tahu dia bermimpi apa.
www.google.com

Subuh tiba, sukma bergegas melangkahkan kakinya ke masjid di arah timur rumahnya, kembali pulang dan bergegas kembali pergi dengan terburu buru dan nafas terengah engah.. aku tidak tahu dia kemana, tidak ada telpon, pesan, atau sesuatu yang keluar dari mulutnya. Saat itu aku hanya mendoakannya, semoga dia selalu dalam lindungan dan pengawasan Allah SWT..



*aku merupakan bunga kaktus di sudut kamarnya, salam kenal.. J

No comments:

Post a Comment

Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)