02 November 2012

Ambisi yang Nyaris putus


Tepat hari ini, Kamis, 01 November 2012 merupakan hari yang sangat buruk untuk kesekian kalinya yang saya derita, tapi hari ini sungguh berbeda.

Kesialan yang mulai menghampiri saya hari ini sudah terdeteksi atau terasa sejak pagi harinya. Jam berjalan demi jam, menit berjalan demi menit hal  itu semakin terasa. Berakhirnya tepat pada pukul 10.30, gaungan keras dari dalam hati ini seakan terhambat ingin keluar, yang saya pikirkan waktu itu hanya ingin meluapkan dengan teriakkan keras akan kejadian tadi, hal bodoh atau ceroboh yang telah saya lakukan selama kurang lebih 75 menit.

Setiap orang pasti punya ambisi, yang saya rasakan waktu itu ialah ingin lari dari kenyataan dan memutar ulang waktu itu, karena apa? Hal bodoh yang telah saya lakukan itu merupakan hal yang dapat melunturkan seluruh ambisi saya. Ntah apa? Dan apa? Apa yang harus saya lakukan ? saya seakan seperti orang mabuk.
Merenung dan merenung, memikirkan semua kesalahan tadi, dan mencoba untuk berpikir positif, meski itu sulit.

Ya, hanya penyesalan yang bisa saya rasakan. Kondisi orang tua yang mendukung habis-habisan itu yang membuat saya seperti samurai yang kehilangan sisi tajamnya, karena semua itu tak sebanding lurus dengan kenyataan yang ada. Suntikan moral pun tak cukup untuk membangkitkan semangat saya seperti  sebelumnya, perjuangan yang panjang dengan usaha yang keras, nyaris berhenti di suatu titik yang cenderung masih dekat denngan titik dimana saya mulai. Ingin marah memaki diri senidiri, dan hanya berucap bodoh, bodoh, dan bodoh...

Saya hanya berfikir ini merupakan sebuah adaptasi terhadap lingkungan baru yang saya terima. Saya sempat melihat di sekeliling saya, dan bertanya di dalam hati “Apakah mereka pernah merasakan hal ini?” mungkin, itu sebuah pertanyaan bodoh yang ditanyakan seseorang pada saat dalam kondisi jatuh seperti saya sekarang ini.

Hari ini berjalan monotone, sedikit kata-kata yang keluar pada hari ini, hanya diam, diam, dan diam. Yang saya pikirkan saat ini hanyalah mencari hal yang bisa membuat saya untuk bangkit, dan mulai menutupi lubang-lubang ambisi yang nyaris hilang tersebut. Andai saja ruang lingkup kejadian ini hanya seluas Recycle Bin, lalu saya bisa me-Restore semua hal buruk tadi dan memperbaikinya...
Ya, kalau kata orang hidup ini ibarat roda yang berputar, kadang diatas dan kadang dibawah, itu benar. Tapi bagaimana dengan saya, sudah berada di bawah, tergilas pula.

No comments:

Post a Comment

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)