15 November 2011

Generasi Muda dan Pancasila

Generasi Muda dan Pancasila

Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejak dikeluarkan sebuah pidato dengan judul “Lahir Pancasila” pada tanggal 1 Juni 1945 telah dikemukakan bahwa pancasila berisi nilai-nilai dasar seperti kebangsaan, internasionalisme, mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan, kesejahteraan, dan ketuhanan yang harus digunakan pada setiap tindakan serta keputusan rakyat Indonesia  demi terciptanya suatu pembangunan Nasionalisme yang kokoh. Sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila haruslah memiliki nilai-nilai yang tidak dapat diganggu gugat. Karena nilai tersebut haruslah bersifat kokoh dan utuh. Setiap nilai yang ada di dalam pancasila memiliki suatu aturan yang harus diwujudkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti pada sila Ketuhanan yang maha esa, sila itu bermakna, percaya dan taqwa kepada Tuhan YME sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup, saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, dan tidak memaksakan suatu agama/kepercayaan kepada orang lain. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab memiliki makna tentang mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia, saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa, tidak semena mena terhadap orang lain, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, berani membela kebenaran dan keadilan Bangsa Indonesia, serta merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan kerjasama dengan bangsa lain. Sila persatuan Indonesia, sila ini mengandung makna tentang menjaga Persatuan + Kesatuan NKRI, rela berkorban demi bangsa dan Negara, Cinta akan tanah air, berbangga sebagai bagian dari Indonesia, memajukan pergaulan  demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhineka tunggal ika. Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin dalam hikmat kebiksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, makna sila itu adalah untuk mengutamakan kepentingan Negara dan Masyarakat, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, mengutamakan budaya rembug/musyawarah dalam mengambil keputusan bersama, bermusyawarah sampai mencapai kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan. Dan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Makna sila ini adalah, bersikap adil terhadap sesama, menghormati hak-hak orang lain, menolong sesama, menghargai orang lain, melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

Jika kita lihat betapa “perfect” nya nilai-nilai yang tertuang di dalam pancasila, namun yang terjadi sekarang ini, nilai-nilai yang ada di dalam pancasila hanyalah sekedar nilai semata, tidak untuk dilakukan sebagai dasar pedoman bangsa,  penyelewengan pancasila yang pernah terjadi di zaman orde baru dan orde lama, ternyata masih juga berlanggsung sampai sekarang. Lihat saja seberapa banyak pembangunan yang dilakukan oleh para pemerintah tetapi gunanya nihil. Pembangunan yang mereka lakukan hanya untuk menutupi kejahatan dan kebuasan mereka. Dalam hal ini apakah mereka masih bisa dikatakan menggunakan pancasila sebagai paradigma pembangunan? Jawabannya tentulah tidak. Terlalu klise jika kita mengatakan bahwa pembangunan yang mereka lakukan berlandaskan pencasila. Terlepas dari kelakukan para penguasa Negeri yang tidak berpancasila,  kita seharusnya sebagai para generasi muda bangsa dapat memperbaiki kemerosotan dan kemisikinan nilai pancasila itu, namun nyatanya pembudayaannya nilai-nilai pancasila di kalangan generasi muda masih bisa dikatan “very low”. Kita bisa lihat sendiri kenyataan miris itu dengan mata telanjang, seiring makin berkembangnya teknologi dan informatika.

Semakin tinggi pula penganutan dan pemahaman diri kita kepada nilai-nilai pancasila. Hal itu sangatlah penting dilakukan jika kita tidak ingin Negara kita Indonesia raya tercinta ini ambruk, karena rapuhnya nilai-nilai pancasila. Sebagai contoh disekolah saya SMAN 5 Bengkulu, setiap hari Jum’at nya dilaksanakan Imtaq(suatu program peningkatan Iman dan Taqwa) dan setiap siswa diwajibkan membawa Al-Qur’an, namun yang sangat menyedihkan sebagian kelas dari mereka tidak melaksanakan perintah itu, yang mereka lakukan hanyalah membawa telepon genggam (handphone) jika datang mereka hanya menjawab “di Handphone ada aplikasi Al-Qur'an” begitulah alasan yang sering mereka utarakan padahal awalnya mereka memang membaca Al-Qur’an, namun lambat laun karena kebosanan, sedangkan fitur-fitur handphone yang canggih tiada henti terus menggoda mereka, sehingga akhirnya yang mereka lakukan adalah asyik dengan kegiatan Dunia Mayanya, mulai dari chatting, bermain game online via handphone, dan lain-lain. Kalau sudah begini, masihkah mereka mengamalkan sila pertama, tentang ketuhanan yang maha esa. Jika di dalam kasus kecil seperti ini mereka telah melunturkan nilai-nilai pancasila, apalagi dalam kegiatan-kegiatan besar lainnya. Kalau sudah begini, kemana jiwa-jiwa perjuangan generasi muda yang membaca? Apakah hanya sebatas itu pengamalan nilai pancasila di mata mereka? Maka dengan itu, kita sebagai generasai muda harus bangun dan tetap memperjuangkan nilai-nilai pancasila dan tetap berusaha menjaga keutuhan nilai pancasila ditengah era Informatika seperti sekarang. 

sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

4 comments:

  1. indonesia jaman sekarang bukan hnya anak muda tpi yg tua2 sma aj.

    ReplyDelete
  2. Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia,
    tapi mungkin ada juga yang gak hafal bunyi Sila 1 sampai 5 ,, haha

    ReplyDelete
  3. hrapan para founding father (pendiri bangsa) kita adalah digunakannya nilai2 pancaasila dalam setiap aspek kehidupan. termasuk dalam pembangunan bangsa, tetapi sedikit demi sedikit kalau tidak dicegah, nilai2 itu tergerus dengan perkembangan zaman

    ReplyDelete
  4. mungkin itu suatu resiko perkembangan jaman..yang mungkin juga disalah artikan..siip gan postingannya...salam..

    ReplyDelete

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)