20 June 2011

Hidup Adalah Ujian & Pilihan (Renungan Spiritual)

Dua orang pemuda yang bernama andy & rizal diterima menjadi pencuci piring disebuah Restoran. Setelah 2 bulan bekerja, rijal mulai merasakan jenuh pada hidupnya itu semua karna di dapur restoran tersebut, para pencuci piring selalu dimaki2 oleh kepala dapur yang sangat tempramental,arogan dan keras saat memberikan instruksi apapun, beberapa kali rijal beradu mulut dengan kepala dapur yang galak itu, hingga akhirnya rijal hengkang dengan cara yang sedikit emosional..

1 tahun setelah keluarnya rijal dari pekerjaannya, kepala dapur heran kepada andi yang masih saja setia mencuci tiap piring dan gelas kotor di dapur itu..karna itulah si kepala dapur bertanya

“ Apa yang membuatmu tetap berada disini andi?

“ Maksud bapak? Andi memandang teduh wajah kepala dapur di hadapannya.

“iya.. apa yang membuatmu tetap tinggal sementara teman2mu yang lain sudah banyak yang keluar tidak lebih dari 3 bulan di tempat ini.

Andi hanya tersenyum sembari meneruskan mencuci gelas yang mulai menumpuk.

“saya akui saya sangat arogan di sini, dan saya juga tau banyak sekali yang benci kepada saya..

“lalu ???

“maksud saya, kenapa kamu tenang2 saja saat saya marah besar tanpa alasan.

“saya hanya memandang bapak sebagai seorang yang berusaha menjalankan tugas bapak sebaik mungkin.

“hanya itu?? Kepala dapur mempertajam pandangannya ke arah andi..


“Bagi saya, di dunia ini hanya ada 2 tipe manusia yang berusaha untuk memahami hidupnya..
Yang pertama adalah WINNERS atau PEMENANG, dan yang kedua LOSERS PECUNDANG. Di sini saya memilih untuk menjadi winners meski membuat semua itu terwujud butuh lebih dari sekedar “makan hati dan menangis”, Butuh lebih banyak doa dan rasa syukur, dan butuh bergunung gunung rasa sabar. Dan itu tidak bisa di lakukan oleh seorang losers.


“andi, saya ingin kamu jujur kepada saya,… saya termasuk yang mana di mata kamu??

“tidak bijak rasanya saya memberikan penilaian kepada orang lain, apalagi kepada bapak.

“saya ingin kamu menilai saya andi..

“saya tidak bisa pak.. andi kembali memandang teduh wajah di hadapannya..

“tolong andi, dan penilaian kamu tidak akan mempengaruhi kinerja kamu di sisni, saya janji…

“bapak yakin??

“ya…

“bapak LOSERS..

…………………………………..,

“ Jelaskan kepada saya..

“Orang yang tidak mensyukuri apapun pekarjaanya, sama hanya ia tidak berniat untuk bekerja, ia tidak menyadari bahwa dalam apapun pekerjaan yang dilakukan, selalu berbicara tentang “tekanan”,deadline, akurasi, maupun sistem yang semua itu bukanlah hal yang membahagiakan,dan itulah pekerjaan, terima itu sebagai kenyataan bahwa pekerjaan bukan bercerita tentang tarian bahagia atau bersenang senang..

Pahami kata ini “PEKERJAAN”, meletakkan sesuatu pada tempat yang telah di atur dalam sebuah sistem, bergerak dan melakuan sesuatu untuk menyelesaikan masalah yang timbul tanpa menambah masalah yang lain. Dan kadang masalah lain itu timbul dari rekan kerja, semisal bapak yang mencaci maki bawahan bapak, saya anggap bapak sudah gagal untuk menjadi seorang winner, karena bapak gagal menjadikan diri bapak seorang pemimpin yang baik..


“lalu apa yang kamu lakukan dengan perlakuan saya??


“Saya berusaha untuk profesional memandang apapun yang saya terima dari siapapun, termasuk caci maki bapak kepada saya, saya berusaha keras menyelesaikan apa tugas saya sebaik baiknya, tp kadang itu belum tentu baik menurut bapak, dan saya hanya bisa mengulang pekerjaan saya sama persis seperti apa yang bapak perintahkan,.

“Apa motifasi kamu bersabar terhadap cacian saya…???

“Saya ingin tau seberapa banyak stok sabar yang saya punya, saya ingin tau seberapa banyak saya bisa mem-PRODUKSI kesabaran dalam diri saya, saya ingin tau seberapa kuat jiwa saya yang muda ini memahami jiwa bapak yang lebih tua dari saya, dan saya ingin bisa memaklumi kelemahan dan kekurangan bapak seperti yang ibu saya sering katakan.. “manusia itu dinilai dari bagaimana ia menyelesaikan masalah dalam hidupnya”, dan saya ingin menyelesaikan masalah di tempat ini sebaik yang saya bisa..

“terimakasih andi.. kepala dapur meninggalkan andi sembari menepuk pundaknya.

“Dalam hidup, kadang semua berjalan tidak seperti apa yang kita harapkan, rencanakan, bahkan impikan, karena itulah kehidupan, kehidupan yang mengajarkan bagaimana kita menjadikan semua ini menjadi kebaikan, bukan kesedihan, saat tekanan datang, jangan jadikan itu kehancuran.. katakan pada hatimu “setelah ini, aku bisa lebih baik lagi”.. karena setiap masalah di bumi ini adalah bahan semen yang menguatkan pondasi rumah jiwamu menjadi sosok yang baik,bijak,dan teduh…

Dan jika amarah memasuki hatimu untuk meledak, membawamu untuk menyerah dan pergi, maka pondasi jiwamu tidak akan pernah kokoh sampai kapanpun kita berjalan di titian waktu kehidupan..


Masalah, kesedihan, tangisan, adalah tangga yang akan membawamu lebih tinggi dari sekarang..
Tanyakan kepada setiap orang hebat apakah mereka pernah merasakan yang namanya masalah??

Dan orang2 besar adalah orang2 yang mampu menyelesaikan masalah menjadi pondasi ,penerang,dan benteng dalam hidupnya, dan bukan menjadikan masalah sebagai kambing hitam untuk berlari dari kehidupan ..

No comments:

Post a Comment

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)