16 May 2011

Pengalaman yang Mengubah Pandangan

Kringggg . . . !!!, alarm dari jam weker yang menyebalkan ini berbunyi, mengaganggu selera tidur gue dan menghentikan petualangan gue di dunia fantasy ini, ya maklum dah gue kemarin baru pulang dari negeri orang, negeri dengan seribu kisah yang mengubah pandangan gue terhadap dunia.

Banyak hal yang gue dapat disini, semua itu gue dapat dari temen gue, teman yang baru gue kenal di sana. Gue lupa namanya, tapi dia seorang mahasiswa di universitas ternama di sana. “Eh,  daerah loe katanya dekat pantai ya ?” celetuknya, saat membuka perbincangan. “iya” , jawab gue singkat. Berawal di saat gue ngeliat salah satu satu mobil pejabat yang lewat di sana. Dan gue bertanya “itu mobil pejabat ya???” dengan setengah senyum dia menjawab “iya”. Dalam benak yang paling dalam, gue salut ngeliat pejabat di sini, mereka pergi tanpa pengawalan dari aparat. So, beda banget ama daerah gue yang kalau mau pergi, selalu penuh sama iring-iringan mobil pejabat dan aparat, padahal dekat loh. Hmmm, kayaknya pejabat di daerah gue, harus belajar lebih banyak lagi deh. Hahaha. . .

Hari kedua, gue suntuk banget, dan gue telepon dah tu teman yang baru gue kenal kemarin. Dia bawa gue keliling kota suka-suka and gue diajak di suatu tempat, tapi gue enggak tau ini anak mau bawa gue kemana, dan pikiran gue mulai macem2, gue takut ni orang bakal nyulik gue. Hahah, ternyata gue dah suzon ama ni orang. Gue tiba di suatu tempat, di mana ada banyak anak-anak jalanan di sana. “loe kenapa bawa gue kesini?” sontak gue bertanya dengan nada agak emosi. Dia hanya bilang “santai, liat aja ntar ! ” gue ama teman gue tersebut menjauh dari tempat tersebut dan duduk di sebuah warung kumuh, tiba-tiba ada 2 mobil mewah, kalau kagak salah gue, Hummer ama Ferrari. Dari mobil  Ferrari tersebut keluar seorang anak sebaya gue, dan dari mobil Hummer di belakangnya ada banyak laki-laki dewasa bertubuh besar dan kekar, yang bisa dibilang bodyguard tu anak. Dan, gue sempat kagak percaya kalau ternyata itu mobil dua duanya punya tu anak, dan gue bertanya beberapa kali ama temen gue. Dan dia Cuma berkata “Nah, itu tujuan gue bawak loe kesini”. Gue masih bingung jujur, tu anak yang keluar dari Ferrari humble banget, baju nya kusam, pake celana pendek and pake sandal jepit, tapi dah punya semua nya. Pasti loe semua kagak percaya ??? hahah

Percaya kagak percaya, loe harus percaya. Setelah bertanya panjang lebar ama temen gue tersebut. Itu anak memang sengaja nyembunyiin identitasnya, karena dia enggak mau orang berteman ama dia Cuma karena harta, tapi dia ingin orang bisa nerima dia enggak cuma karena dia kaya. Lalu, tu anak berjalan jauh menuju tempat di mana gue ama temen gue samperin tadi dan bodyguard nya nungguin di mobil, ya tempat di mana banyak nya anak jalanan, dan gue ikutan join di dalam sana(perkumpulan anak jalanan) bareng temen gue ini. Oh, ternyata para anak jalanan ini  enggak tau kalo tu anak kaya, selama ini mereka nganggap ni anak sama kayak mereka. Anak tersebut kagak pernah mau yang namanya ngasih uang sama anak jalanan ini, sekalipun dia punya segalanya, karena dia berfikir kalo hal ini hanya membuat para anak jalanan ini bertambah malas, lalu coba loe tebak apa yang dia kasih ???
Ternyata dia hanya memberi satu dus aqua ama mereka, untuk apa ? Ya, agar para anak jalanan ini tidak meminta-minta lagi, tapi berusaha dan bekerja(berjualan aqua tersebut). Dan gue sempat ngeliat dia ngajarin beberapa orang anak jalanan, ya dia ngajarin bahasa inggris. Ternyata para anak jalanan disini pada pintar bahasa inggris, dan gue berfikir mereka punya kemampuan, tapi semua itu menjadi sia-sia hanya karena biaya, gue enggak ngerti jalan pemikiran para pemimpin rakyat ini, kenapa mereka kurang peduli ama nasib anak jalanan ini, padahal mereka punya kemampuan. Coba loe pikir deh, kalo ni anak disekolahin, otomatis ini merupakan langkah praktis pemerintah untuk menyetarakan taraf kehidupan social di negaranya, dan apalagi ni anak jalanan punya skill yang bagus nantinya, praktis ini bakal ngurangin pengangguran kan???
Ya, tapi mungkin pemerintah kita punya alasan yang lain. #Positive thinking ajalah . . .

Hmmm, dan akhirnya malam dah mulai datang menjelang. Gue ama temen gue mulai beranjak ninggalin tu lokasi.

Hari-hari gue jalani dengan penuh drama di sana, mungkin gue belum bisa share semua nya ama loe sekarang, jujur jari-jari tangan gue dah mulai serasa patah ngetik ni artikel. HAHAHAHA . . .  :D

Dan, sehari gue pulang dari sana, gue duduk sendirian diteras rumah gue, menatap indahnya Bulan dan Bintang yang menggambarkan betapa besarnya keadigdayaan dan kekuasaan Tuhan. Gue merenung malam itu, teringat semua pengalaman gue waktu di negeri itu, pengalaman gue bertemu seorang anak, yang boleh dikatakan semenjak melihat semua itu, pintu hati gue terketuk dan terbuka menatap dunia. Gue berpikir malam itu, sebenarnya apa sih yang bisa gue banggain ???
Kaya ?, Jiaahhh, gue kan miskin. Gue beranggapan, kalo semua ini bukan punya gue, tapi punya orang tua gue. Jadi apa sih yang mau dibanggain?, nah, enggak sepantasnya gue sombong, memori otak gue mencoba bekerja dan membandingkan kembali dengan seorang anak kaya yang gue liat kemarin, seorang anak yang kaya, dan berjiwa social tinggi.

Kerja otak gue bekerja dengan cepat malam itu mengingat anak tersebut, sumpah gue kagum ama sosok anak tersebut, sosok yang tidak mau dikenal sebagai seseorang yang kaya tetapi sosok yang ingin dikenal melalui dirinya sendiri, dan sifat sederhana nya.

Air mata gue sempat jatuh waktu itu, gue berfikir gue selama ini cuma bisa nyusahin orang tua gue, tapi hidup gue menjadi lebih tertata sekarang, semenjak masuk SMA gue punya target, dan alhamdulillah ¼ dari target gue itu dah bisa gue capai sekarang. Dan gue punya sebuah dasar dalam kehidupan ini, di saat gue belajar di sekolah, gue selalu melihat ke atas maksudnya masih banyak orang yang lebih pintar, cerdas, dan jenius dari gue, oleh karena itu gue harus belajar ekstra keras agar bisa sama seperti mereka, tapi di saat gue berada di suatu lingkungan social, gue selalu bersyukur dengan apa yang tuhan berikan, dan gue selalu melihat kebawah, yang maksudnya masih banyak orang yang tidak beruntung seperti gue, jadi gue harus bersyukur dengan apa yang tuhan berikan, karena masih banyak di luar sana orang yang masih kekurangan.

Yaaa., ini merupakan hal yang sangat  berarti dalam hidup gue,
Well, karena hati gue dah mulai berhenti nyalurin kata-kata ke jari-jari gue yang menari di atas keyboard ini. Dan gue beranggapan semua ini adalah sebuah “Pengalaman yang Mengubah Pandangan” :D.

The End . . .





2 comments:

  1. keren kak,am tau kakak bisa mewujudkan cita2 dan pasti bisa MEMBANGGAKAN :)

    ReplyDelete

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)