26 May 2011

Kalah Tak Ada Arti, Persiraja Tetap Di Hati

Hari ini gue libur, karena sekolah gue ngadain tes buat penerimaan siswa baru, tapi ni hari serasa garing banget. Dan, keadaan pun berubah, seketika gue ingat kalo hari ini tepat 25 Mei, yang mana ada Final Divisi Utama antara Pesiba Bantul VS Persiraja Banda Aceh. Ya... memang sih kedua tim ini dah dipastiin lolos ke ISL, tapi ini masalah gengsi antar pemain dan siapa yang terbaik diantara yang terbaik. Meski gue di Bengkulu, so pasti gue sebagai SKULLers harus dukung persiraja dong, gimana enggak Banda Aceh adalah tanah kelahiran gue. Hahah

Sore itu, gue bersiap dengan atribut gue, selepas maghrib oom gue dah jemput gue, and temen-temen gue juga, kami ngadain nontong bareng di cafe nya temen oom gue yang namanya “Warung Kopi” di pintu batu tempatnya enggak jauh dari masjid Jamik kok. Pas banget, ketika kami nyampe di TKP pertandingan baru dimulai, ya dengan ditemani secangkir Kopi, dan sepiring Mie Aceh, pertandingan menjadi begitu panas, rasa cemas selalu menghampiri, bagaimana tidak 30.000 lebih paserbumi memadati satadion Manahan Solo, yang jumlahnya enggak sebanding ama Skull yang ada di sana, serta ditambah lagi dengan tidak adanya Bekatal dilini depan barisan persiraja, meski begitu gue tetap optimis, dan mendadak keadaan menjadi hening di saat persiba berhasil menjebol gawang persiraja pada menit ke 44’. Dan kedudukan bertahan hingga akhir. Kekalahan ini, tak ada arti bagi gue, karena bagaimanapun situasi dan kondisi persiraja selalu di hati. Dan gue berharap persiraja bisa membalasnya di ISL nanti. :D

No comments:

Post a Comment

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)