23 May 2011

Antara Gue, *****, dan Tewe

-->
Kesal, muak, mual, hanya itu yang gue rasain saat ngelihat tewe(inisial). Awalnya gue coba untuk memahami dan menyukai yang namanya *****(nama pelajaran), meski itu serasa berat. Eitts, kenapa semua itu terasa berat ? Bukan karena gue enggak suka ama pelajarannya loh, tapi semua itu karena gurunya. Buktinya waktu kelas satu, gue paham saat dijelaskan walau itu cuma satu kali, tapi semua itu bertolak belakang ama sekarang yang membuat *****(nama pelajaran) menjadi hal yang agak menyebalkan.
Ok, dah cukup basa basi nya. Hahah,
Nah, hari ini gue dapet kasus ama Tewe, semua ini berawal dari hal yang sepele. Ya, kebetulan tugas kelompok gue dibawak ama Wafiq. Nah, kebetulan banget hari ini Wafiq enggak datang karena sakit sih kabarnya. Ya, pada saat jam *****(nama pelajaran), gue ngadap dah ama Tewe, and gue ngomong baek-baek pake nada dasar di DO, ampe suara gue halus banget. Gue bilang gini “Bu, wafiq hari ini sakit, dan kebetulan tugas kelompok kami ada sama Wafiq, jadi kami minta keringanan dari ibu untuk menunda persentasi kelompok kami, karena ini diluar kendali kami bu.” Lalu ni Tewe bilang gini, “Kenapa enggak kamu telepon?” so.., gue jawab “Nah bu, kemaren waktu ngelayat ke rumah uni hape Wafiq hilang dan no rumahnya kami enggak tahu bu, jadi ini diluar kendali kami, kalo enggak percaya bisa ditanya ama yang laen bu (kasus hilangnya hape wafiq bisa loe baca di Sabtu Berkabung).” Lalu dengan judes dia jawab gini “Ya udah, tapi nilai kamu nanti ibu kurangi.” Temen gue jawab, “bu, tapi ini diluar kendali kita, alasan nya apa bu sampe nilai kami dikurangi ? ” Lalu ni guru diam aja, dan membisu enggak bisa jawab apa-apa, sontak ini membuat gue emosi and nada bicara gue otomatis ningkat ke LA, gue masuk dalam arus emosi, dan larut ikut ke dalamnya, dan dia juga bilang gini, “coba kamu pikir, kenapa hape kamu bisa hilang? Mungkin kamu banyak dosa”, dalam hati gue bilang “dasar ni guru kagak punya rahang.”, ini sontak dan secara otomatis membuat teman gue lainnya marah yaitu Bobby, and Billy yang hapenya juga hilang waktu itu .
Ya, tapi akhirnya kami mengalah, secara gitu sebagai laki-laki kami masih punya wibawa, buang-buang energi aja ngelawan guru yang enggak punya perasaan kayak ini, dan kami yakin pada suatu saat dia pasti pernah berada di posisi kami, karena sebagai manusia tak selamanya kehidupan ini diatas bosss...!!!

1 comment:

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)