14 February 2010

SUBSTANSI DATA DAN ANALISIS PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN

Bagian ini menjelaskan aspek-aspek yang dianalisis dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dan data (time-series) serta peta (tingkat ketelitian minimal skala 1:100.000) yang diperlukan di dalam analisis tersebut. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk: 1) memahami karakteristik unsur-unsur pembentuk ruang; 2) memahami hubungan sebab akibat terbentuknya kondisi ruang wilayah; 3) mengetahui beberapa fenomena yang ada. Aspek-aspek analisis yang dimaksud meliputi:
1.Kebijaksanaan pembangunan;
2.Analisis regional;
3.Ekonomi dan sektor unggulan;
4.Sumberdaya manusia;
5.Sumberdaya buatan;
6.Sumberdaya alam;
7.Sistem permukiman;
8.Penggunaan lahan;
9.Pembiayaan pembangunan;
10.Kelembagaan.

4.1 KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN
Analisis kebijaksanaan pembangunan adalah untuk memahami arahan kebijaksanaan pembangunan wilayah kabupaten yang bersangkutan dan kedudukannya dalam perspektif kebijaksanaan pembangunan nasional dan propinsi, serta untuk mengantisipasi dan mengakomodasi program-program pembangunan sektoral yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu, selain dilakukan pengkajian terhadap tujuan dan sasaran pembangunan kabupaten yang bersangkutan, juga dilakukan pengkajian terhadap RTRWP dan RTRWN serta program-program sektoral untuk melihat peranan wilayah kabupaten dalam pembentukan pola dan struktur ruang nasional dan regional.

Kebutuhan Data/Peta
Data yang dibutuhkan dalam analisis kebijaksanaan pembangunan meliputi:
1.Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN);
2.Program Pembangunan Nasional (Propenas);
3.Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN);
4.Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP);
5.Program Pembangunan Daerah (Propeda) Propinsi dan Kabupaten;
6.Program sektoral.

4.2 ANALISIS REGIONAL
Analisis regional dilakukan untuk memahami kedudukan dan keterkaitan kabupaten dalam sistem regional yang lebih luas dalam aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya.

Kebutuhan Data/Peta
1.Data satuan wilayah sungai (SWS) dan daerah pengaliran sungai (DPS);
2.Ekosistem wilayah;
3.Sistem jaringan transportasi;
4.Sistem pergerakan barang dan modal;
5.Pola migrasi penduduk;
6.Karakteristik budaya (suku, adat, agama, dan ras).

4.3 EKONOMI DAN SEKTOR UNGGULAN
Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. Dalam pengertian tersebut, analisis ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten.
Dari analisis ini, diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciri-ciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten, sektor-sektor unggulan, besaran kesempatan kerja, pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten.

Kebutuhan Data/Peta
Data dan/atau peta perekonomian yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Produk Domestik Regional Bruto;
2.Income per capita;
3.APBD;
4.Jumlah dan besar investasi pemerintah dan swasta;
5.Jumlah tenaga kerja di sektor formal dan informal;
6.Jumlah pengangguran;
7.Jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara.

4.4 SUMBERDAYA MANUSIA
Analisis sumberdaya manusia dilakukan untuk memahami aspek-aspek kependudukan terutama yang memiliki pengaruh timbal balik dengan pertumbuhan perkembangan sosial dan ekonomi. Selain itu, analisis sumberdaya manusia dilakukan untuk memahami faktor-faktor sosial kemasyarakatan yang mempengaruhi perkembangan wilayah serta hubungan kausalitas diantara faktor-faktor tersebut. Dari hasil analisis ini dapat diketahui sebaran/distribusi, struktur, kualitas, karakteristik masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk, kendala dalam pengembangan serta potensi sumberdaya manusia yang dapat dikembangkan.

Kebutuhan Data/Peta
Data sumberdaya manusia yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Jumlah penduduk;
2.Kepadatan penduduk;
3.Pertumbuhan penduduk;
4.Penduduk menurut mata pencaharian;
5.Penduduk menurut tingkat pendidikan;
6.Penduduk menurut struktur usia;
7.Penduduk menurut struktur agama;
8.Penduduk menurut jenis kelamin;
9.Penduduk menurut struktur pendapatan;
10.Jumlah kepala keluarga;
11.Angka kelahiran dan angka kematian;
12.Tingkat mobilitas penduduk;
13.Tingkat harapan hidup;
14.Tingkat buta huruf.

4.5SUMBERDAYA BUATAN
Secara umum, analisis sumberdaya buatan dilakukan untuk memahami:
Kondisi dan pelayanan sarana dan prasarana wilayah;
Potensi dan kemungkinan kendala yang dihadapi dalam peningkatan pelayanan sarana dan prasarana wilayah.

4.5.1Sistem Prasarana Transportasi
Analisis sistem prasarana transportasi yang meliputi transportasi darat, air, dan udara dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai:
Keterkaitan fungsional dan ekonomi antar kota, antar kawasan baik dalam wilayah maupun antar wilayah kabupaten, dengan melihat pengumpul hasil produksi, pusat kegiatan transportasi, dan pusat distribusi barang dan jasa;
Kecenderungan perkembangan prasarana transportasi yang ada;
Aksesibilitas lokasi-lokasi kegiatan di wilayah kabupaten.

Kebutuhan Data/Peta
Data dan peta sistem prasarana transportasi darat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Pola jaringan jalan dan rel kereta api;
2.Kondisi jalan;
3.Status dan fungsi jalan;
4.Volume aliran barang dan penumpang;
5.Pola pergerakan (asal dan tujuan) barang dan penumpang;
6.Lokasi dan volume bongkar-muat di terminal.

Data dan peta sistem prasarana transportasi air (sungai, danau, penyebarangan, dan laut) yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Pola jaringan/alur pelayaran;
2.Jenis-jenis pelayaran;
3.Asal dan tujuan pelayaran;
4.Volume aliran barang dan penumpang pelayaran;
5.Lokasi dan volume bongkar-muat ponton/dermaga/pelabuhan.

Data dan peta sistem prasarana transportasi udara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Pola jaringan penerbangan;
2.Jenis-jenis penerbangan;
3.Asal dan tujuan penerbangan;
4.Volume aliran barang dan penumpang;
5.Lokasi dan kapasitas bandar udara.

4.5.2Sistem Prasarana Pengairan
Analisis sistem prasarana pengarian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai :
Keterkaitan fungsional antara sumber-sumber air baku dengan lokasi atau kawasan industri, pertanian, permukiman, dan sebagainya;
Kecenderungan perkembangan pelayanan prasarana pengairan yang ada;
Kondisi sumber air dikaitkan dengan upaya pelestarian;
Standar kebutuhan air baku pada masing-masing kegiatan.

Kebutuhan Data/Peta
Data sistem prasarana pengairan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Pola jaringan pengairan/irigasi;
2.Kapasitas dan volume pelayanan pengairan;
3.Luas area yang terlayani dan volume pemakaian;
4.Lokasi, fungsi, dan kapasitas instalasi/bangunan pengairan;
5.Lokasi, jenis, dan kapasitas sumber-sumber air.

4.5.3Sistem Prasarana Wilayah Lainnya
Termasuk di dalam sistem prasarana wilayah lainnya adalah prasarana energi/listrik, telekomunikasi, pengelolaan lingkungan (seperti sampah, air limbah dan air bersih), prasarana kota, dan sebagainya. Idenfikasi ini dimaksudkan untuk menemui dan mengenali fungsi, kondisi, dan tingkat pelayanan prasarana wilayah tersebut.
Kebutuhan data yang harus dipenuhi adalah pola jaringan, kapasitas dan volume pelayanan, luas area dan volume pelayanan, serta lokasi, fungsi, dan kapasitas instalasi.

4.6 SUMBERDAYA ALAM
Analisis terhadap sumberdaya alam dimaksudkan untuk memahami kondisi, daya dukung lingkungan, dan untuk memahami tingkat perkembangan pemanfaatan sumberdaya lahan/tanah, sumberdaya air, sumberdaya udara, sumberdaya hutan, dan sumberdaya alam lainnya serta potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam menunjang pengembangan wilayah kabupaten.

4.6.1Sumberdaya Tanah
Analisis sumberdaya tanah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan berdasarkan kesesuaian tanah merekomendasikan tentang peruntukan bagi kegiatan budidaya (kawasan permukiman, pertanian, perkebunan, pariwisata, pertambangan, industri, dan lain-lain) dan kawasan lindung.

Kebutuhan Data/Peta
Data dan peta sumberdaya tanah yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Ketersediaan lahan;
2.Kemiringan lahan;
3.Jenis tanah;
4.Geologi tata lingkungan;
5.Morfologi;
6.Iklim.

4.6.2Sumberdaya Air
Analisis terhadap sumberdaya air dilakukan untuk memahami bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya air.

Kebutuhan Data/Peta
Data sumberdaya air yang diperlukan meliputi:
1.Kebutuhan dan debit air;
2.Peruntukan air;
3.Curah hujan tahunan;
4.Distribusi hujan;
5.Hidrologi (pola aliran sungai);
6.Hidrogeologi (air tanah dan permukaan);
7.Sebaran sumber air;
8.Daerah resapan air;
9.Rawa dan daerah banjir.

4.6.3Sumberdaya Udara
Analisis terhadap sumberdaya udara dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya udara dalam rangka pengembangan kawasan yang menjaga kualitas udara.

Kebutuhan Data/Peta
Analisis terhadap sumberdaya udara membutuhkan data/peta berikut:
1.Jalur-jalur penerbangan;
2.Kegiatan produksi yang menimbulkan pencemaran udara.

4.6.4Sumberdaya Hutan
Analisis terhadap sumberdaya hutan dilakukan untuk mengetahui daya dukung/kemampuan kawasan dalam menunjang fungsi hutan baik untuk perlindungan maupun kegiatan produksi. Selain itu, analisis ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian lahan bagi penggunaan hutan produksi tetap dan terbatas, hutan yang dapat dikonversi, hutan lindung, dan sebagainya.

Kebutuhan Data/Peta
Data dan peta sumberdaya hutan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1.Sebaran dan luas hutan produksi terbatas;
2.Sebaran dan luas hutan produksi tetap;
3.Sebaran dan luas hutan yang dapat dikonversi;
4.Sebaran dan luas hutan lindung;
5.Densitas dan produksi hasil hutan.

4.6.5Sumberdaya Alam Lainnya
Analisis sumberdaya alam lainnya dapat mencakup sumberdaya hayati dan non-hayati yang dimaksudkan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya tersebut.

4.7SISTEM PERMUKIMAN
Analisis sistem permukiman dilakukan untuk memahami kondisi, jumlah, jenis, letak, ukuran, dan keterkaitan antar pusat-pusat permukiman di wilayah kabupaten yang digambarkan dengan sistem hirarki dan fungsi kawasan permukiman.

Kebutuhan Data/Peta
Data/peta sistem permukiman yang dibutuhkan adalah:
1.Kondisi permukiman;
2.Jumlah permukiman;
3.Jenis permukiman;
4.Letak dan sebaran konsentrasi kegiatan permukiman perkotaan dan perdesaan;
5.Luasan permukiman.

4.8PENGGUNAAN LAHAN
Analisis penggunaan lahan dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan lahan untuk kegiatan budidaya dan lindung. Selain itu, dengan analisis ini dapat diketahui besarnya fluktuasi intensitas kegiatan di suatu kawasan, perubahan, perluasan fungsi kawasan, okupasi kegiatan tertentu terhadap kawasan, benturan kepentingan sektoral dalam pemanfaatan ruang, kecenderungan pola perkembangan kawasan budidaya dan pengaruhnya terhadap perkembangan kegiatan sosial ekonomi serta kelestarian lingkungan.

Kebutuhan Data/Peta
Data/peta penggunaan lahan yang dibutuhkan adalah:
1.Jenis dan intensitas penggunaan lahan;
2.Luas lahan;
3.Harga tanah;
4.Status lahan;
5.Perubahan fungsi lahan;
6.Ketersediaan lahan.

4.9PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Analisis pembiayaan pembangunan dilakukan untuk mengidentifikasi sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan besaran biaya pembangunan baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan dan pinjaman luar negeri, perkiraan sumber-sumber pembiayaan masyarakat, dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.

Kebutuhan Data
Data pembiayaan pembangunan yang dibutuhkan adalah:
1.Besaran PAD;
2.APBD Kabupaten;
3.Besaran DAU;
4.Besaran DAK;
5.Besaran investasi swasta dan masyarakat;
6.Besaran bantuan dan pinjaman luar negeri;
7.Besaran sumber pembiayaan lainnya.

4.10KELEMBAGAAN
Analisis kelembagaan dilakukan untuk memahami kapasitas Pemerintah Kabupaten dalam menyelenggarakan pembangunan yang mencakup struktur organisasi dan tata laksana pemerintahan, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana kerja, produk-produk pengaturan serta organisasi non-pemerintah (Ornop) dan perguruan tinggi.

Kebutuhan Data
Data kelembagaan yang dibutuhkan adalah:
1.Struktur organisasi;
2.Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia;
3.Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kerja;
4.Produk-produk Peraturan;
5.Bentuk-bentuk keterlibatan organisasi non-pemerintah dan perguruan tinggi.

2 comments:

Silakan Berikanlah Komentar Yang Positif dan Membangun. Happy Blogging gaes !! :)