01 May 2019

May 01, 2019 0

#BicaraJurnal: A Field Experiment Comparing the Outcomes of Three Fraud Brainstorming Procedures: Nominal Group, Round Robin, and Open Discussion


Setelah sekian lama mengumpulkan niat untuk menulis kembali, kali ini saya akan coba membuat pembahasan baru di blog ini yaitu #BicaraJurnal, nah jurnal pertama yang akan saya bahas kali ini yaitu jurnal berjudul "A Field Experiment Comparing the Outcomes of Three Fraud Brainstorming Procedures: Nominal Group, Round Robin, and Open Discussion". Yang menjadi sorotan saya bukan karena papernya, tetapi kasus yang terdapat dibalik penelitian ini yang menyeret authornya yaitu James E. Hunton, jadi saya akan coba ulas sedikit mengenai papernya, dan akan lebih menekankan pada kasusnya.
Penelitian yang akan saya ulas ini menguji hasil dari tiga macam prosedur brainstorming, yaitu nominal group, round robin, dan open discussion untuk mengidentifikasi praktik terkait fraud auditing. Penelitian ini didasari SAS No. 99 (AICPA 2002) yang mengharuskan tim audit untuk melakukan sesi brainstorming selama perencanaan audit untuk mengidentifikasi area dimana manajemen dapat melakukan dan menyembunyikan adanya fraud yang berpotensi menyebabkan salah saji yang material. Jenis brainstorming yang paling baik dalam membuat audit planning diuji dalam penelitian ini. Pada nominal group, setiap auditor diminta untuk mengemukakan pendapatnya pada satu kertas tanpa berinteraksi satu sama lain. Pada round robin, setiap orang dipanggil satu per satu untuk membacakan idenya dan setiap orang diberikan kesempatan kembali apabila ingin memberikan tambahan ide. Lalu ada open discussion, yang mana setelah semua orang melakukan nominal group, mereka dipertemukan untuk bersama-sama membahas idenya dengan diizinkan melakukan interupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk open discussion lebih sedikit daripada round robin dan nomial group, dan banyaknya unique fraud risk yang teridentifikasi juga lebih sedikit sehingga audit plan adjustmentnya juga lebih sedikit. Di sisi lain tidak banyak perbedaan antara round robin dan nominal group.

Pada penelitian ini dikatakan bahwa penelitian ini dilakukan atas permintaan KAP besar dan dilakukan pada managing partner di level nasional sebanyak 150 kantor dari seluruh kantor di Amerika Serikat. Manajemen dari perusahaan sendiri tertarik untuk mengevaluasi keefektifan prosedur fraud brainstorming yang ada dengan dilakukan melalui diskusi terbuka. Prosedur fraud brainstorming yang dijelaskan pada paper tersebut terjadi selama fase perencanaan awal audit (sebelum pengujian substantif dimulai). Penelitian dimulai setelah anggota kunci dari tim audit telah melakukan prosedur analitis, meninjau kertas kerja audit tahun sebelumnya, dan menetapkan rencawa awal audit. Penelitian yang dilakukan ini dilakukan melalui eksperimen lapangan antara partisipan yang melibatkan 150 klien audit dan 2,614 auditor yang berpartisipasi dalam tim audit.

Paragraf diatas merupakan rangkuman penelitian yang dilakukan Dr. James E. Hunton yang sempat menimbulkan kehebohan di dunia ilmu akuntansi, penelitian tersebut sungguh mengesankan, unik, terbatas, dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut dengan kontribusi yang sangat besar terhadap literatur akuntansi. Tetapi, penelitian ini ternyata menimbulkan kontroversi terkait keabsahannya, hal ini dimulai dengan aduan dari seorang reporter rahasia dan penerbit lainnya yang menuduh Dr. Hunton terlibat pelangggaran penelitian sehubungan dengan dua penelitian yang dia terbitkan, termasuk salah satunya paper yang saya ulas singkat diatas. Setelah mulai dipertanyakan oleh jurnal penerbit, Dr. Hunton selaku first author memulai proses menghilangkan seluruh datanya dari email maupun dari penyimpanan komputernya. Singkatnya, hal ini dimulai dengan retraction karena “misstatement” pada November 2012, sehingga dilakukannya investigasi dan menemukan first author, James E. Hunton bersalah karena melakukan pelanggaran. Ternyata Dr. Hunton ini memiliki banyak penelitian yang di  retraction (>30 paper), tentu ini menjadikan kasus restrection  yang cukup besar.

Sebulan setelah restraction pertama pada tahun 2012, Dr. Hunton mengundurkan diri dari jabatannya di Universitas Bentley dengan alasan masalah keluarga dan kesehatan, ia mengosongkan semua barang yang ada di kantornya, menjual rumahnya, dan pergi keluar negeri. Akan tetapi, Dr. Hunton masih tetap bersikeras mengaku bahwa data yang dia miliki bersifat sangat confidential dan tidak boleh diberikan kepada siapapun. Pada tahun 2014, Universitas Bentley melakukan penyelidikan, lalu menyimpulkan bahwa Hunton mengarang data pada dua penelitian dan telah menghilangkan bukti yang ada. Paper pertama yang ditarik adalah dari The Accounting Review karena misstatement; penelitian yang kedua yang ditarik dari Contempory Accounting Research pada Desember 2014. Penyelidikan awalnya berfokus pada 2 publikasi, lalu pihak Universitas pada akhirnya melakukan pada lebih banyak penelitian beliau, pihak Universitas mengidentifikasi semua ­co-authors dari paper yang diterbitkan oleh Dr. Hunton selama bekerja di Universitas Bentley. Semua penyelidikan dilakukan, kecuali ­co-authors dari semua paper yang melibatkan Dr. Hunton tersebut memiliki bukti independen tentang validitas datanya.
Journal of Accounting Research, Contempory Accounting Research, dan banyak jurnal top melakukan penyelidikan dan menarik semua penelitian beliau. American Accounting Association sendiri pernah merilis daftar 25 paper , termasuk satu paper yang saya review ini yang ditarik dari jurnal-jurnalnya setelah penyelidikan tahun 2014. Dengan  alasan mengacu pada ringkasan investigasi yang dilakukan oleh “laporan Judith A. Malone, Bentley University Ethics Officer, terkait Dr. James E. Hunton (2014)” dan ketidakmampuan rekan penulis Dr. Hunton di beberapa jurnalnya untuk menyediakan data atau informasi lain yang mendukung validitas datanya atau mengkonfirmasi bahwa penelitian yang mereka lakukan benar adanya seperti yang dijelaskan dalam paper yang dipublikasikan. Konsisten dengan temuan tersebut tim Asosiasi tidak menemukan adanya bukti bahwa rekan penulis Dr Hunton mengetahui atau terlibat dalam tindakan yang dilakukan oleh Dr. Hunton.

Berdasarkan jumlah yang ada, terdapat 31 retraction terkait Dr. Hunton. Dalam beberapa kasus paper tersebut, co-authors nya menyetujui retraction tersebut, tetapi Hunton merasa keberatan (melalui pengacara) atau tidak menanggapi komentar yang ada. Menurut saya hal ini dilakukan Hunton demi nama baiknya, jadi dia masih tetap bertahan.

Menarik untuk bahan evaluasi bagi kita sebagai peneliti, sehingga saya menyimpulkan bahwa dengan nama besar Dr. Hunton sendiri tentu memiliki beban moril untuk terus berkontribusi melalui jurnal Q1 yang terindeks Scopus demi reputasi yang telah dia dapatkan, jika hanya jurnal terindeks Scopus saja mungkin terlalu mudah bagi Dr. Hunton. Tetapi hal ini bisa menjadi bumerang seperti yang dialami Dr. Hunton sekarang, karena tentu para reviewer pada jurnal Q1 tersebut memiliki reputasi yang sebanding dengan beliau, sehingga bisa melihat celah jika terjadi manipulasi dalam penelitian, contohnya saya sebagai pembaca awalnya sangat kagum dengan beliau yang bisa melibatkan 2,614 auditor, sungguh angka yang cukup besar dan sulit dipenuhi apabila riset tersebut dilaksanakan di Indonesia. Tetapi hal yang dialami oleh Dr. Hunton ini tidak hanya merugikan dirinya saja, tetapi juga ­co-authors yang namanya tercantum di berbagai jurnal yang beliau tulis. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini, sebagai peneliti, penting untuk kiranya dapat menerbitkan jurnal terindeks Scopus apalagi Q1 yang tidak melanggar etika, dan tetap ingat tujuan dalam melakukan penelitian. Kasus ini menurut saya bisa juga menjadi bahan penelitian untuk mengetahui faktor yang menyebabkan seseorang melakukan manipulasi dalam penelitiannya. Di Indonesia sendiri ada juga kasus serupa yang terjadi, tetapi di Indonesia kebanyakan lebih terkait ke kasus plagiarism dan penyalahgunaan dana penelitian. Misalnya, kasus plagiarism di salah satu kampus yang sempat heboh beberapa tahun lalu, dimana pelaku melakukannya karena ingin naik pangkat dan dipandang tinggi, lalu ada kasus korupsi dana penelitian dosen di beberapa kampus (bisa di google aja ya kasusnya 😄). Sehingga kesimpulannya, penting bagi kita untuk terus bersyukur dan ingat ini semua hanyalah sebatas duniawi saja.
***
Bagi kalian yang sudah baca atau lagi baca tulisan ini, mungkin punya tambahan informasi atau koreksi, boleh di komen dikolom komentar ya... agar bisa menjadi tambahan referensi, bahan diskusi, dan media belajar untuk kita kedepannya agar permasalahan seperti ini dapat kita cegah tentunya.. 😊



27 April 2019

April 27, 2019 0

Dialog Hati Perempuan


Keseharianku yang sudah pasti kau tahu, dengan gawai dan buku. Di atas meja ini kau ku lamunkan.

Dibalik kaca berteman buku kunikmati secangkir kopi sambil menanti senyum tulusmu pagi itu.

Perlahan senyum yang dinanti pun tiba, lalu pergi menjauhi pelupuk mata, membuat degup jantung penuh jeda tanpa rima.

Susah mengerti tingkahmu, selalu berubah dihadapanku, cara apalagi agar rasa ini dapat berlabuh ?

Hingga rindu ini memuncak pun kau selalu berkata belum siap, sepertinya kau tidak benar-benar menginginkanku.

Baiklah.. aku akan menunggu, cukuplah berjanji hanya untuk hatiku, karena aku hanya ingin seperti ini selamanya, mencintaimu...

Bergegaslah untuk katakan siap. Lama sabar aku berdiam dalam doa, seperti teka teki tidak menemui ujung kemana harus melangkah.

Tapi.. bagaimana jika aku mulai lelah menanti ? Berdoalah semoga sabar ini tak bertemu batas. Sampai bertemu diwaktu penantian, kasih...


Sumber gambar : https://morethanrelo.com/en/


April 27, 2019 0

Abil dan Khansa


Hay Bil.. Sudah blogwalking berapa blog hari ini? Teringat waktu itu ditahun 2008/2009 dengannya, masa-masa itu kami masih duduk di bangku SMP, setiap pulang sekolah kami berdua jarang sekali langsung pulang ke rumah, tetapi kami habiskan waktu untuk pergi ke warnet dekat rumah, kebetulan rumah kami tidak terlalu jauh. Saya dan Abil memang kompetitor sejati kala itu di dunia blogging, disaat teman-teman lain masih belum berteman akrab perihal blog waktu itu, kami sudah mengulik dunia blog itu secara otodidak (ala2 anak SMP lah), mulai belajar custom domain sendiri, membuat template sendiri, semua kami pelajari secara otodidak, kami merupakan kompetitor sejati kala itu, saya pengguna blogspot dan dia pengguna wordpress, kami selalu bersaing sehat untuk unggul satu sama lain, hanya di bidang ini saja kami bersaing baik, tetapi di bidang akademik saya sedikit kalah dengan Abil. Mengingat masa-masa berteman dengannya, saya terkadang merindukan masa-masa itu.
***
Sekarang dia bekerja di Jakarta dan saya sekarang masih berjuang dengan dunia saya sebagai penulis keliling, kami menempuh jalan yang berbeda, tidak ada satupun dari kami berdua yang menekuni dunia IT seperti dulu waktu kecil kami gilai, hingga uang jajan kami habiskan di warnet untuk mempelajari HTML dan mempercantik blog kami masing-masing. Abil menurut saya sahabat yang baik untuk dijadikan tempat belajar, dimana hubungan silahturahmi dengannya selalu saya jaga hingga sekarang. Sedikit gambaran mengenai Abil, dia merupakan sosok pria yang pintar, taat beragama, santun, rendah hati, dan dari keluarga yang baik.
***
Untuk mengingat masa kecil, Saya dan Abil memutuskan untuk bertemu, kami bertemu di salah satu masjid diawal tahun 2019 ini untuk menghadiri suatu kajian yang menurut kami topiknya sangat menarik, berlanjut obrolan kami setelah dari kajian tersebut di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan, berbincang panjang sembari menghabiskan waktu dengan masih menggunakan baju koko satu sama lain waktu itu. Terbesit di benakku “sungguh tetap dia tidak berubah, tetap dengan pembawaannya yang rendah hati”. Semua obrolan berlangsung dengan cair, dimulai cerita masa kecil kami, perlombaan yang kami ikuti, menanyakan kabar teman yang lain, perihal jodoh, dan yang tak luput saya belajar banyak perihal agama dengannya. Saya mengetahui Abil merupakan seorang pria yang sangat memegang teguh prinsip, dan saya pahami itu. Disekeliling saya ada banyak orang yang paham akan agama, seperti apa yang dilarang dan apa yang dibolehkan, tetapi sangat sedikit sosok yang saya temui seteguh Abil. Sosok Abil ini berbeda dimata saya, dari banyaknya teman yang saya miliki. Saya melihat bagaimana dirinya bisa menjaga keimanannya dan memegang teguh prinsipnya. Singkat cerita 5 jam telah kami habiskan untuk saling berbagi, ada banyak hal yang bisa saya petik dari pertemuan kala itu.
***
Kriiiiingggggggg…… Assalamualaikum, Halo Bu?
Seminggu yang lalu ibuku menelpon, menanyakan kabar… bercerita tentang keluarga… dan sebagai penutup beliau bercerita jika Abil akan menikah setelah lebaran nanti, dan ibuku berpesan untuk tidak diceritakan kepada Abil karena sifatnya masih rahasia. Kebetulan kenapa Ibuku tau? Karena ibuku temen dekat Ibunya Abil, dan kebetulan rumah kita juga tidak terlalu berjauhan. Penasaran ya.. ya iyalah penasaran, siapa sih yang berjodoh dengan temanku ini pikirku.
Beberapa hari kemudian aku diberitahu salah satu saudara Abil, wanita itu bernama Khansa, "coba cek saja medsosnya Abil" sahutnya. Mencoba mencari tahu di beberapa pertemanan media sosialnya, benar ada satu akun yang bernama Khansa, dan saya mengenal akun ini, benar saja dia Khansa yang merupakan saudari teman saya bernama Salim, saya dan Salim merupakan teman di salah satu organisai nasional. Salim dan keluarganya merupakan keluarga yang memegang teguh agama dengan kuat, saya pernah menginap dirumahnya dikawasan Bekasi kala itu, tidak sedikitpun kami lewatkan Sholat 5 waktu tanpa ke masjid kala itu, karena sering menginap di rumah Salim, saya juga tahu jika Khansa saudari Salim merupakan pribadi yang lembut, sholeh, pinter (mahasisiwi kedokteran dari Universitas ternama), dan sopan.
***
Per detik ini saya yakin jika Abil tidak mengetahui jika saya mengenal Khansa beserta keluarganya, begitupun Salim saya yakin dia tidak akan tahu jika Abil tersebut merupakan sahabat saya sejak kecil. Sekarang tepat pukul 00.30 ketika tulisan ini saya ketik dengan beratapkan langit tanpa bintang, sepertinya bakal turun hujan, akhir-akhir ini kota ini begitu ramah akan air. Saya masih tidak habis fikir hingga malam ini bagaimana semua ini bisa terjadi,  pertemuan Abil dan Khansa, sungguh jika bukan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak mungkin kiranya semua akan terjadi dan berjodoh mengingat luasnya Indonesia dan betapa banyaknya pendudukan negeri ini. Saya seperti diberi semua bukti bagaimana besarnya kuasa Allah perihal pertemuan sepasang manusia, dimana saya mengenal masing-masing keduanya tanpa sepengetahuan mereka. Lalu ingat Qur’an surah ke 24 ayat 26 “Yang baik akan bertemu yang baik”, ayat tersebut terjawab sudah, benar adanya jika orang baik akan bertemu dengan orang baik. Abil dan Khansa, keduanya merupakan pribadi yang sholeh, cerdas, santun, dan dari keluarga yang baik tentutanya (menurutku dengan keterbatasan dalam melihat). Sepengetahuan saya sebagai teman Abil, jika Khansa menjadi wanita pertama yang dia dekati dan sebentar lagi akan menjadi pasangan halalnya, begitupun sebaliknya jika Abil menjadi laki-laki pertama yang Khansa terima keseriusannya.
Jadi, gak usah khawatir ya.. semua sudah ada yang ngatur.. yang penting ikhtiar aja sesuai batasan-batasan agama dan nilai-nilai sosial. Sekali lagi selamat untuk Abil dan Khansa.



22 April 2019

April 22, 2019 0

adakah aku?

lokasi kedai kopi
Bukan dibawah pohon jambu seperti ceritamu, tapi dikedai kopi ku lamunkan. Dibalik kaca ada senyum pagi yang mengajak untuk beradu secangkir kopi, kuhabiskan imajinasiku tentangmu hingga danau dihadapku berubah menjadi kanvas lukis.
Perlahan-lahan seiring tingginya matahari, senyum menawan menanjak tinggi menjauhi pelupuk mata, sepertinya waktu menuntunku untuk pergi. Pergi dengan ribuan pertanyaan dikepala, pertanyaan yang mungkin hanya bisa kujawab bila ada kata “temu”.
Susah untuk kubertanya padamu “adakah aku?”, pertemuan hanya sebatas kejap mata, tanpa obrolan panjang kala itu, dulu bukannya tak berani tapi ada sekat yang tidak mungkin untuk kulangkahi, sekarang terpisah kota, bila tahu seperti ini yakinlah kusesali pemikiranku kala itu.
Hari ini perjalanan akan hidup baru saja dimulai, hingga kuberani berutang janji untuk temu dikejauhan, mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi nanti ketika satu persatu doaku mulai berubah menjadi jawaban.