21 February 2019

February 21, 2019 0

Usia

Sumber : Google Images
Terlahir dalam tangisan..

Merangkak dalam pantauan..

Berjalan menemukan peradaban..

Perlahan semua menghilang..

Rambut-rambut mulai berguguran..

Organ-organ sudah mulai tak sejalan..

Tak ada lembaran baru, yang ada sisa-sisa lembaran..

Hingga tiba pada waktu kembali ke pangkuan..


Sumber : Google Images



February 21, 2019 0

Diantara

Gambar : https://www.pinterest.com.au
Diantara hitam ada putih
Putih telekung indahmu

Diantara gelap ada terang
Terang wajah lepas wudhumu

Diantara sunyi ada bunyi
Bunyi zikir malammu

Diantara kejujuran ada kebohongan
Bohongku tak suka pada dirimu




20 February 2019

February 20, 2019 0

Hey Venus(ku) !

Gambar : https://womenofvenus.com
Kuning, remang, hangat.. visualisasi ruang ini..
Niat, harapan, dan imajinasi tak sesuai ekspektasi..
Diujung bibir tak terucap, yang ada terkecap pahit..
Ntah hati sudah sempit atau lidah tak mampu berucap sakit..

Disisi kiri, bukan didepan atau disamping kanan..
Sisi yang paling kuabaikan, tetapi itu palsu..
Sisi kanan dan depan yang kupedulikan, tetapi juga palsu..
Semua hanya sandiwara abu-abu..

Hey, kapan kau luangkan waktu ?
Dua laptop bersanding berhadapan menjadi satu..
Membuat haru biru larut dalam senandung lagu..
Dan kembali pulang bersama bulan margonda kala itu..

Ntah aku terlalu ampas atau kau terlalu gampang..
Prajurit-prajurit dengan baju kebusukan, merayap merampas dan menyayatmu..
Tapi makhluk dari venus ini tidak sadar, terluka, sembuh, dan kembali mengulangi..
Baiklah, lupakan drama dari makhluk venus ini..  lupakan !

Berjalan berlandaskan prinsip dan berpayungkan asa..
Menjalani pilihan dan menikmati setiap keputusan..
Menelusuri keresahan, menunggu waktu yang telah ditetapkan..
Ketika bibir telah terucap, percayalah manis hanya yang akan menjadi pilihan..




14 January 2019

January 14, 2019 0

Semangat(nya)



Warkop ini telat ku ketahui, telat kuketahui jika warkop ini beroperasi 24 jam, aku mengetahuinya tepat 2 minggu sebelum deadline mengumpulkan tugas akhirku, di warung ini berisi para masa depan bangsa dengan beribu harapan akan masa depan. Dulu aku bergonta ganti tempat hanya untuk menulis, walau itu tidak membuahkan hasil, tapi aku selalu mencari tempat untuk menaruh gelisahku ini hingga pagi menjelang.
Aku duduk diarah jam 12, tepat disebarangku ada seorang ibu mungkin berumur sekitar 50 tahunan, seumur ibuku kira-kira. Aku pura-pura berjalan dibelakangnya, penasaran apa yang dia kerjakan, ternyata dia sedang fokus dengan tugas akhirnya, sedangkan saat ini aku mencoba untuk fokus dengan revisiku. Semangatnya tidak kalah dengan makhluk lain yang ada di warung ini. Apabila aku memutar badanku penuh, aku melihat dia yang paling tua, tapi dia yang paling semangat dan sangat fokus dengan laptopnya.
Aku merasa terlalu menyesali masa mudaku dengan waktu santaiku, aku masih muda dengan tenaga yang masih kuat, tidak sepatutnya aku bersantai dengan kehidupan duniaku ini, aku merasa sampah dihadapan ibu ini, dibalik kacamata tebalnya dan gerakan tangannya yang lamban dia sangat bersemangat bercengkrama dengan laptopnya. Saat kutulis catatan ini, jam sudah mendekati pukul 00.00, sesaat lagi hari akan berganti, dan dia masih bersemangat.
Saat aku frustasi malam ini akan rangkaian kata, kutatap wajahnya diseberang mejaku, seraya aku berkata didalam hati “hayo semangat anak muda, jangan mau kalah dengan semangat ibu itu”. Setelah melihatnya, ntah mengapa semangatku terisi kembali, ketika mulai lelah aku lakukan kembali seperti itu secara berulang.
Mungkin hidupku terlalu abstrak bagi orang yang membaca catatan singkat ini, bagi yang mengenalku sejak lama, kalian tahu dulu tingkat abstrakku berada pada lembar yang berbeda, maafkan aku yang mulai menjauhi masa-masa kalian saat ini, karena aku merasa aku telah cukup melewati masa itu, ntah aku sudah mulai bosan atau masa itu tidak lagi bersahabat dengan ku.