16 September 2018

September 16, 2018 0

Acuh

Saya melihat dan saya mengamati
Saya mengikuti setiap celotehan yang kau tuangkan
Setiap stories yang kau bagikan di platform sosialmu
Merasa ingin membalas, merasa ingin mengomentari
Tapi pertanyaan itu muncul, saya siapa anda?
Hidup saya sendiri penuh kekurangan, mengomentari dia yang penuh kelebihan
Saya sebenarnya peduli, walau didepan saya seolah tidak peduli
Saya sebenarnya ingin mengarahkannya ke jalan yang sebenarnya jalan
Tapi sekali lagi, saya siapa? Saya masih menumpang hidup, masih berjuang untuk masa depan, masih penuh kekurangan
Saya selipkan doa, agar kau engah kalau kau itu berharga, batasi dirimu
Karena aku takut itu menyakiti orang lain, yang tak seberuntung dirimu
Terkadang jejak digital itu sungguh kejam
Semoga suatu saat tulisan singkat ini tersampaikan
Semoga...


Salam,

Saya yang hampa daya..




16 July 2018

July 16, 2018 0

Terima Kasih dan Maaf - Juli Mendengar

Hanya ingin berbagi sebuah lagu dari Fiersa Besari, yang mana dari semua lagu yang saya dengar di bulan Juli ini, bagi saya dan telinga saya, lagu ini juaranya :)

Teruntuk perempuan paling istimewa 
dalam hidup saya : Masna
Terima Kasih dan Maaf


Selamat mendengar bagi teman-teman yang belum mendengar... 😊


14 April 2018

April 14, 2018 0

Tentang Rindu



Singkat saja, 02.22 WIB ditengah hening malam mata masih terjaga. Di depan laptop saya terlalu fokus dengan angka-angka yang sudah lama tertunda untuk diselesaikan, lagu-lagu dari kanal youtube yang saya putar terus berlalu silih berganti, hingga suatu titik saya tiba di suatu lagunya "Virzha – Tentang Rindu". Lagu ini tidak asing ditelinga saya, tetapi sejak lagu ini pertama kali dirilis saya belum pernah melihat video klipnya, untuk tau lebih dalam rindu terhadap siapa yang disampaikan oleh Virzha di setiap liriknya. Setelah melihat klipnya ternyata pesan dalam lagu ini rindu yang disampaikan kepada seorang Ayah, seorang Ayah yang dalam diamnya selalu mengkhawatirkan anaknya.

Pertama melihat video klipnya, emosi ini langsung terkuras, memori ini mengungkit, hati ini menuntut, akhirnya air mata tanpa sadarnya menumpahkan dirinya tanpa diperintah. Lirik, musik, dan video klipnya menurut saya sampe bangettt…

Ada satu bagian yang membuat momen ini semakin menjadi, yaitu sewaktu saya membaca salah satu komen, yang sebenarnya hal ini juga pernah dilakukan oleh teman dekat saya.

Gambar : potongan video Virzha-Tentang Rindu (www.youtube.com)
Sama seperti yang dibagikan tersebut, dengan alasan yang sama sewaktu itu seorang teman memutuskan keluar dari suatu pekerjaan yang top di suatu perusahaan ternama untuk mendampingi dan lebih dekat dengan orang tua, tetapi Allah itu maha adil, maha kaya, dan maha mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hambanya, sekarang rezeki yang didapat oleh teman tersebut lebih dari yang dia dapat di perusahaan yang dia tinggalkan tersebut melalui usaha yang dia rintis di kampung halamannya.

Semoga tulisan singkat ini tidak hanya menggugah bagi yang membaca, tetapi semoga saya pun selalu dapat menjaga emosi ini untuk selalu rindu dan tidak ingin terlalu lama jauh dari orang yang kita sayangi, khususnya kedua orang tua kita. 


   

06 April 2018

April 06, 2018 0

Diamnya Mereka

Image by https://www.plukme.com/

Diamnya itu batu
Menggumpal menjadi benci

Diammnya itu beku
Dingin tiada arti

Diamnya itu cair
Menyatu dalam canda

Diamnya itu kotoran
Tiada arti untuk dicari tahu

Diamnya itu sinyal
Penuh harap akan peka

Diamnya itu rindu
Mengikis jiwa yang sepi

Diamnya itu beban
Berfikir akan peran yang hilang

Diamnya itu candu
Berharap itu selalu terulang

Diamnya itu ibadah
Berat tapi indah

Dan diamnya itu baru kutahu hari ini..