14 January 2019

January 14, 2019 0

Semangat(nya)



Warkop ini telat ku ketahui, telat kuketahui jika warkop ini beroperasi 24 jam, aku mengetahuinya tepat 2 minggu sebelum deadline mengumpulkan tugas akhirku, di warung ini berisi para masa depan bangsa dengan beribu harapan akan masa depan. Dulu aku bergonta ganti tempat hanya untuk menulis, walau itu tidak membuahkan hasil, tapi aku selalu mencari tempat untuk menaruh gelisahku ini hingga pagi menjelang.
Aku duduk diarah jam 12, tepat disebarangku ada seorang ibu mungkin berumur sekitar 50 tahunan, seumur ibuku kira-kira. Aku pura-pura berjalan dibelakangnya, penasaran apa yang dia kerjakan, ternyata dia sedang fokus dengan tugas akhirnya, sedangkan saat ini aku mencoba untuk fokus dengan revisiku. Semangatnya tidak kalah dengan makhluk lain yang ada di warung ini. Apabila aku memutar badanku penuh, aku melihat dia yang paling tua, tapi dia yang paling semangat dan sangat fokus dengan laptopnya.
Aku merasa terlalu menyesali masa mudaku dengan waktu santaiku, aku masih muda dengan tenaga yang masih kuat, tidak sepatutnya aku bersantai dengan kehidupan duniaku ini, aku merasa sampah dihadapan ibu ini, dibalik kacamata tebalnya dan gerakan tangannya yang lamban dia sangat bersemangat bercengkrama dengan laptopnya. Saat kutulis catatan ini, jam sudah mendekati pukul 00.00, sesaat lagi hari akan berganti, dan dia masih bersemangat.
Saat aku frustasi malam ini akan rangkaian kata, kutatap wajahnya diseberang mejaku, seraya aku berkata didalam hati “hayo semangat anak muda, jangan mau kalah dengan semangat ibu itu”. Setelah melihatnya, ntah mengapa semangatku terisi kembali, ketika mulai lelah aku lakukan kembali seperti itu secara berulang.
Mungkin hidupku terlalu abstrak bagi orang yang membaca catatan singkat ini, bagi yang mengenalku sejak lama, kalian tahu dulu tingkat abstrakku berada pada lembar yang berbeda, maafkan aku yang mulai menjauhi masa-masa kalian saat ini, karena aku merasa aku telah cukup melewati masa itu, ntah aku sudah mulai bosan atau masa itu tidak lagi bersahabat dengan ku.


12 January 2019

January 12, 2019 0

Malam dan Waktu

Related image
Sumber gambar : www.google.com

Ketika malam berlalu begitu cepat
Aku mulai curiga terhadap malam
Aku merasa malam telah mencuri waktuku
Ingin ku tangisi waktuku dan ku curi waktu darimu

Ketika aku merasa terbunuh dengan waktuku
Kau hanyut dalam nikmat waktu santaimu
Kesibukkan ku sudah memasuki batas waktu, saat aku sedang merangkai saran dari keterbatasan karyaku ini
Aku menduga jika kau sedang ada rasa pada lidah yang merayumu hingga kelelahan, meski tanpa kepastian

Semua orang bebas melintas, tapi kau terlalu mudah untuk dilintasi
Aku tak cukup kuat melihat gerimismu dari bilah sembiluh yang menyayat hati dikemudian hari
Gerimis itu merusak nada angin disore hari, karena gerimisnya tak didengar langit dan hanya membasahi bumi
Aku tak mau tergesa untuk peduli, jadi akan kubiarkan hingga badai datang membawa lari akan memori

Mungkin aku terlalu berlebihan mencurigai malam
Malam beralasan mencuri waktuku karena malam tak ingin aku kalah
Dengan gelapnya, malam menutupi semua pahit yang dia terima, dan memperlihatkan kepadaku dengan segenap kesembuhan
“Kau tak usah peduli, kau cukup tunggu digaris penjemputan” bisik malam kepadaku



18 November 2018

November 18, 2018 0

Judgement si Pinokio


Semua orang punya hak untuk membenci dan punya hak untuk membela diri.
Terkadang ada yang harus disembunyikan untuk kebaikan sebagian orang, tapi sebagian orang tidak mengetahuinya, tanpa konfirmasi disitu terkadang mereka memberikan penilaian.
Bro, kenapa gak membela diri? Sudahlah memperpanjang masalah, tutup saja telinga dengan kedua tangan ini. Terkadang alasan tidak bekerja jika hati sudah bergumpal dengan prasangka buruk.
Mungkin ini skenario yang memang harus dilalui… sebisa mungkin tidak terseret jauh ke dalam peran yang tidak mengenakkan ini.
 
Sumber : www.liputan6.com

20 October 2018

October 20, 2018 0

Alhamdulillah


Sumber : google image
Lihat orang udah A, jadi pengen udah A juga
Lihat orang dapat B, jadi pengen dapat B juga
Lihat orang punya C, jadi pengen punya C juga
Lihat orang sampe D, jadi pengen sampe D juga
Lihat orang pake E, jadi pengen pake E juga
Lihat orang bisa F, jadi pengen bisa F juga

Gimana ni? Gak habis-habis ya pengennya, mungkin sudah lahiriah nya manusia punya sifat yang susah untuk puas terhadap nikmat yang dia miliki sekarang, mungkin juga ini merupakan proses belajar yang harus kita lalui. Tugas kita hanyalah belajar untuk selalu bersyukur dan bersyukur, karena Allah akan selalu menambahkan nikmat yang lebih banyak untuk hambanya yang bersyukur. Kita juga dapat merasakan nikmat bersyukur dengan cara melihat ke bawah, bahwa masih terdapat orang yang tidak seberuntung kita saat ini. Mungkin jika memang kita punya keinginan terhadap sesuatu, mintalah sama Allah, gak ada yang gak mungkin buat Allah untuk mengabulkan permintaan hambanya, sering-seringlah mengadahkan tangan teman-teman, Allah gak mungkin membiarkan tangan ini kembali dengan kosong, mungkin yang harus kita lakukan hanyalah sabar menunggu, jika tidak di dunia, insya allah di akhirat Allah menggantinya. Buat semua yang baca, yuk kita sama-sama belajar untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima sampai hari ini, nikmat sehat, nikmat pendidikan, nikmat untuk beribadah, dan nikmat lainnya yang tak terhingga. Alhamdulillah 😊

Sumber : google image